Kawal Suksesnya Program BIAS, Bupati Haji Satono Pastikan Belasan Ribu Pelajar Sambas Peroleh Layanan Imunisasi
SAMBAS – TERASBERITA.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas terus mengoptimalkan cakupan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) agar mampu menjangkau seluruh sasaran dengan maksimal. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Sambas, Haji Satono, saat membuka Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program BIAS di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Selasa (21/7/2026).
Haji Satono menekankan bahwa keberhasilan program kesehatan berskala nasional ini tidak hanya diukur dari sekadar pencapaian target administratif. Lebih dari itu, parameter kesuksesan sangat bergantung pada sejauh mana masyarakat, khususnya para orang tua, memahami substansi serta manfaat imunisasi bagi perlindungan anak.
“Target itu memang penting, namun yang jauh lebih penting adalah bagaimana eksekusinya di lapangan. Untuk itu, pemerintah harus hadir secara serius,” tegas Haji Satono dalam arahannya.
Ia menginstruksikan agar proses edukasi dan penyampaian informasi terkait urgensi BIAS dilakukan secara masif, terbuka, dan mudah dipahami, sehingga tidak ada lagi resistensi atau misinformasi di tengah masyarakat.
Sinergi Empat Kementerian dan Target 95 Persen
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganiar Eko Prabowo, memaparkan bahwa program BIAS merupakan pengejawantahan dari kebijakan nasional yang diteken oleh empat instansi, yakni Kementerian Kesehatan, Kemendikbudristek, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri sejak tahun 2022.
Ganiar merinci, sasaran program BIAS di wilayah Kabupaten Sambas difokuskan pada peserta didik kelas 1 hingga kelas 5 Sekolah Dasar (SD). Total sasaran secara keseluruhan menyentuh angka hampir 12.000 siswa, dengan populasi siswa kelas 5 mencapai lebih dari 5.000 anak.
“Cakupan imunisasi ditargetkan mampu menembus angka 95 persen sesuai dengan standar nasional. Mengingat capaian pada pelaksanaan tahun sebelumnya belum menyentuh angka tersebut, maka akselerasi dan peningkatan cakupan kini menjadi fokus dan perhatian bersama,” urai Ganiar.
Menyikapi tantangan operasional tersebut, Bupati Haji Satono menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan tenaga kesehatan, dinas pendidikan, pihak sekolah, hingga tokoh masyarakat.
“Mari kita bangun semangat gotong royong dalam menggerakkan semua pihak terkait untuk menyukseskan pelaksanaan kegiatan ini. Sinergi ini krusial sebagai wujud intervensi kesehatan pemerintah dalam menjamin perlindungan generasi penerus Sambas dari berbagai ancaman penyakit yang sejatinya dapat dicegah,” pungkasnya.