Buperta Cibubur Dipadati Ribuan Pelajar, Ramaikan Jambore Perguruan Attaqwa 2026
Terasberita.id – Sebanyak 3.957 peserta mengikuti Jambore Perguruan Attaqwa 2026 yang diselenggarakan pada 15-17 Oktober 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Milad ke-70 Yayasan Attaqwa ini melibatkan 132 sekolah dan madrasah di lingkungan Perguruan Attaqwa.
Para peserta terdiri atas siswa, pendamping, guru, serta unsur pendukung kegiatan yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga pondok pesantren.
Selama tiga hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan perkemahan, pendidikan keterampilan, pengenalan penanggulangan bencana, serta kegiatan yang dirancang untuk mempertemukan siswa dari berbagai sekolah dan madrasah di bawah naungan Perguruan Attaqwa.
Sekretaris Perguruan Attaqwa sekaligus Pengarah Jambore Perguruan Attaqwa 2026, Dr. H. Khaerul Umam Noer, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan secara khusus oleh Perguruan Attaqwa sebagai bagian dari rangkaian peringatan 70 tahun Yayasan Attaqwa.
“Jambore ini merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-70 Yayasan Attaqwa yang secara khusus diselenggarakan oleh Perguruan Attaqwa. Karena itu, kami melibatkan sekolah dan madrasah yang berada di lingkungan Attaqwa. Tujuan utamanya adalah mempererat silaturahmi antarsatuan pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi,” ujar Khaerul Umam.
Menurutnya, keberadaan sekolah dan madrasah Attaqwa yang tersebar di berbagai wilayah membuat kesempatan untuk bertemu dan berkegiatan bersama menjadi terbatas. Melalui Jambore, siswa dan guru dapat saling mengenal, membangun hubungan antarsekolah, dan mengikuti kegiatan pendidikan di luar ruang kelas.
“Kami ingin anak-anak Attaqwa mengenal satu sama lain. Mereka mungkin bersekolah di tempat yang berbeda, tetapi berada dalam satu keluarga besar Perguruan Attaqwa. Selama tiga hari ini, mereka tinggal di bumi perkemahan, mengikuti kegiatan bersama, dan berinteraksi dengan teman-teman dari sekolah lain. Itulah salah satu pengalaman yang ingin kami hadirkan,” jelasnya.
Berbeda dari kegiatan perkemahan yang berfokus pada perlombaan, Jambore Perguruan Attaqwa 2026 menempatkan kegiatan edukasi dan pengenalan keterampilan sebagai agenda utama. Panitia menyiapkan sejumlah titik kegiatan yang dapat diikuti peserta melalui sistem rotasi.
Salah satu agenda adalah pengenalan Search and Rescue (SAR), yang meliputi kegiatan mendayung, rappelling atau teknik turun menggunakan tali, serta simulasi penanganan bencana. Peserta diperkenalkan dengan penggunaan perlengkapan dasar, prosedur keselamatan, dan kerja sama tim dalam situasi yang membutuhkan pertolongan.
Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal pekerjaan tim penyelamat sekaligus memahami tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendampingan instruktur dan memperhatikan keselamatan peserta.
Selain SAR, peserta mengikuti pengenalan tugas dan peralatan pemadam kebakaran (Damkar). Materi yang diberikan mencakup pertolongan pertama (first aid), pengenalan peralatan pemadam kebakaran, serta simulasi penanganan kebakaran.
Kegiatan ini dirancang agar siswa memahami risiko kebakaran, mengenali fungsi peralatan pemadam, serta mengetahui langkah awal yang aman ketika terjadi keadaan darurat. Peserta juga diperkenalkan dengan pekerjaan petugas pemadam kebakaran yang mencakup penanganan kebakaran dan penyelamatan.
Pada bidang keterampilan, panitia menyediakan kegiatan praktik sablon, melukis, dan pengenalan teknologi drone. Setiap kegiatan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mencoba keterampilan di bawah bimbingan narasumber atau instruktur.
Melalui praktik sablon, peserta mengenal proses dasar pencetakan desain pada media tertentu. Kegiatan melukis memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas melalui karya visual, sedangkan pengenalan drone memperkenalkan penggunaan teknologi pesawat tanpa awak, khususnya untuk fotografi dan videografi.
Seluruh kegiatan edukasi tersebut dipusatkan pada Jumat, 16 Oktober 2026, melalui dua sesi kegiatan rotasi yang memungkinkan peserta mengikuti aktivitas sesuai pengaturan kelompok.
Jambore juga menghadirkan kegiatan pentas seni, karnaval, dan penampilan kolosal pada acara pembukaan. Pada malam hari, peserta mengikuti kegiatan keagamaan, termasuk pembacaan Yasin, zikir, dan doa bersama.
Salah satu agenda yang mendapat perhatian khusus dalam Jambore Perguruan Attaqwa adalah kegiatan anjangsana antarkontingen pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Melalui kegiatan ini, peserta mengunjungi kontingen dari sekolah dan madrasah lain untuk berkenalan, bertukar pengalaman, dan membangun hubungan antarsiswa.
Kegiatan anjangsana menjadi bagian dari tujuan penyelenggaraan Jambore, yaitu mempertemukan siswa dan guru yang selama ini menjalankan kegiatan pendidikan di satuan pendidikan masing-masing.
Bagi Perguruan Attaqwa, yang menaungi satuan pendidikan dari berbagai jenjang, pertemuan antarsekolah tersebut diharapkan dapat membuka komunikasi yang lebih luas, termasuk untuk kegiatan bersama setelah Jambore berakhir.
Ketua Umum Yayasan Attaqwa, Dr. KH. Irfan Mas’ud, bertindak sebagai inspektur upacara pembukaan Jambore Perguruan Attaqwa 2026. Dalam pesan yang disiapkan untuk upacara pembukaan, Irfan Mas’ud menempatkan kegiatan Jambore sebagai bagian dari pendidikan karakter peserta didik melalui pengalaman langsung di luar kelas.
“Pendidikan tidak cukup hanya mengajarkan anak-anak untuk menguasai ilmu pengetahuan. Mereka juga perlu belajar hidup bersama, menghargai orang lain, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri serta lingkungannya. Melalui Jambore ini, kami ingin para siswa memperoleh pengalaman tersebut secara langsung,” papar KH Irfan Mas’ud.
Ia juga mengaitkan, penyelenggaraan Jambore dengan visi Perguruan Attaqwa dalam membentuk insan kamil dan syamil yang benar, pintar, dan terampil.
“Pada usia ke-70 tahun, Attaqwa terus menjalankan tanggung jawab pendidikannya untuk membentuk generasi yang benar dalam sikap dan perilaku, pintar dalam ilmu pengetahuan, serta terampil dalam kehidupan. Kegiatan seperti Jambore memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mempraktikkan nilai-nilai tersebut bersama teman-temannya,” ujarnya.