Bulog Pastikan Pasokan Beras Aman Hadapi El Nino, Stok Tembus 25 Juta Ton hingga Awal 2027
JAKARTA – TERASBERITA.ID — Perum Bulog memastikan ketersediaan cadangan beras nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi, meski ancaman fenomena iklim El Nino membayangi sektor pertanian.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdani, mengungkapkan bahwa realisasi penyerapan gabah dan beras telah mencapai 87,4 persen atau setara dengan 3,5 juta ton. Capaian tersebut telah dilaporkan resmi kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
“Melalui tambahan 3,5 juta ton tersebut, cadangan beras di gudang Bulog kini mendekati 5,4 juta ton. Jika diakumulasikan dengan stok di sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka) yang mencapai sekitar 10 juta ton, ditambah potensi pertanaman (standing crop) sebesar 10 juta ton, maka total ketersediaan pangan nasional berkisar antara 25 hingga 26 juta ton,” jelas Rizal di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Senin (3/8/2026) malam.
Angka ketersediaan tersebut dinilai sangat solid mengingat konsumsi riil beras nasional berada di kisaran 22 juta ton. Dengan surplus ini, ketahanan stok pangan diproyeksikan mampu bertahan hingga Maret 2027.
“Meskipun ada proyeksi dampak El Nino, kami optimistis pasokan beras tetap terkendali dan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi secara merata,” tegasnya.

Antisipasi Penurunan Produksi Lewat Perluasan Areal Tanam
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional periode Juli hingga September 2026 diproyeksikan terkoreksi tipis sebesar 0,88 persen menjadi 9,36 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini dipicu oleh penyusutan luas lahan panen dan potensi rendemen gabah.
Guna mengompensasi potensi penurunan tersebut, Kementerian Pertanian meluncurkan program intensifikasi dan perluasan areal tanam menggunakan varietas benih unggul baru. Terobosan ini ditargetkan mampu melipatgandakan produktivitas lahan per hektare.
“Jika biasanya panen hanya menghasilkan lima hingga enam ton per hektare, lewat program ini produksinya dipacu mencapai 10 hingga 12,8 ton per hektare. Kami yakin lompatan kuantum panen ini akan mengamankan pasokan domestik secara berkelanjutan,” papar Rizal.
Bulog juga memastikan komitmennya untuk terus menyerap hasil panen raya petani lokal demi menjaga stabilitas harga di tingkat produsen.
“Petani tidak perlu cemas gabahnya tidak terserap pasar. Setelah target empat juta ton rampung di akhir September, Bulog tetap melanjutkan penyerapan pada Oktober, November, Desember, dan seterusnya,” pungkas Rizal.