Berada di Garis Perbatasan, Bupati Satono Tegaskan Sambas Harus Jadi Wajah Teladan NKRI bagi Malaysia
SAMBAS – TERASBERITA.ID — Bupati Sambas, Satono, mengingatkan seluruh elemen warganya mengenai posisi strategis Kabupaten Sambas sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Lantaran berbatasan darat langsung dengan negara bagian Sarawak, Malaysia, dinamika masyarakat Sambas dinilai menjadi cerminan langsung wajah bangsa di mata negara tetangga.
“Sambas berada di perbatasan langsung, sehingga kita adalah representasi utuh dari Indonesia. Masyarakat di sini harus menjadi contoh terbaik, terlebih kita memiliki kedekatan historis serta kesamaan budaya, bahasa, dan kehidupan sosial dengan Malaysia,” urai Satono dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).
Rawat Solidaritas Perbatasan dan Perkuat Ketahanan Pangan
Lebih lanjut, Satono menyoroti pentingnya merawat hubungan persaudaraan dan solidaritas antarwilayah tapal batas. Ia merefleksikan rekam jejak hubungan baik tersebut saat wilayahnya menghadapi masa darurat kesehatan beberapa waktu lalu. Kala itu, Pemerintah Kabupaten Sambas mendapatkan bantuan kemanusiaan berupa pasokan tangki oksigen dari otoritas Sarawak, Malaysia.
“Fakta tersebut membuktikan bahwa hubungan persaudaraan itu nyata. Sebagai tetangga, kita harus saling membantu, memperkuat hubungan lintas batas, dan terus berlomba dalam kebaikan,” tegasnya.
Di samping penguatan diplomasi sosial budaya, Satono juga menggarisbawahi krusialnya kemandirian wilayah perbatasan, terutama dari sektor ketahanan pangan. Kesiapan logistik dinilai sebagai salah satu instrumen pertahanan negara yang paling mendasar.
Dengan potensi kekayaan alam dan tren surplus produksi beras yang terus dicatatkan oleh para petani lokal, Kabupaten Sambas ditargetkan tidak sekadar mampu memenuhi kebutuhan domestiknya secara mandiri. Lebih jauh, wilayah perbatasan ini diproyeksikan menjadi lumbung pangan yang kokoh sebagai penyangga kedaulatan negara.