Rabu, 14 Oktober 2026
Tak Ada Beking, Prabowo Tegaskan Dirinya yang Serahkan Dadan Hindayana ke Kejagung

Tak Ada Beking, Prabowo Tegaskan Dirinya yang Serahkan Dadan Hindayana ke Kejagung

2 menit baca

JAKARTA – TERASBERITA.ID — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen tanpa pandang bulu dalam agenda pemberantasan korupsi di pemerintahannya. Ia memastikan tidak ada keistimewaan hukum bagi orang dekat maupun lingkaran internalnya, termasuk mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang kini berstatus tersangka.

Prabowo secara terbuka menyatakan bahwa dirinyalah yang mendorong proses hukum Dadan ke aparat berwenang setelah terindikasi melakukan rasuah.

“Saya sudah buktikan. Pak Dadan itu tim sukses saya, tim pakar saya. Saya yang angkat jadi Kepala BGN, dan saya juga yang serahkan ke Kejaksaan Agung,” tegas Prabowo dalam Program Presiden Menjawab, Rabu (16/9/2026).

Sikap tegas ini juga diberlakukan dalam kasus penyitaan aset negara berupa lahan Hotel Sultan yang dikelola oleh Pontjo Sutowo. Meski mendapat banyak lobi dan memiliki kedekatan personal dengan Pontjo, Prabowo menolak untuk berkompromi.

“Berapa banyak aset negara yang sudah kita sita? Hotel Sultan itu, wah yang lobi ke saya banyak. Mungkin Pak Pontjo dianggap tokoh dan memang kawan saya. Tapi dalam urusan negara, saya tidak ada kawan. Kepentingan nasional dan hak rakyat harus di atas segala hal,” jelasnya.

Larangan Berbisnis dan Peringatan Keras untuk Gerindra

Sikap nirkompromi ini sejatinya telah diterapkan Prabowo sejak malam pertamanya menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada 2019 silam. Saat itu, ia mengumpulkan seluruh keluarga dan kolega terdekatnya di Partai Gerindra untuk melarang keras adanya praktik cawe-cawe atau pencarian keuntungan bisnis di kementeriannya.

Kini, setelah memegang tampuk kepemimpinan tertinggi negara, peringatan serupa kembali digaungkan secara khusus kepada para kadernya. Prabowo mewanti-wanti agar posisinya sebagai Presiden tidak dijadikan tameng hukum.

“Begitu saya jadi Presiden, saya sudah ingatkan hati-hati, saudara-saudara di Gerindra. Jangan karena saya Presiden, kalau kamu salah lalu saya akan lindungi. Saya beri tahu di depan, saya tidak bisa. Dan Anda bisa lihat sendiri, sudah berapa bupati dan wali kota dari Gerindra yang akhirnya ditangkap oleh aparat penegak hukum,” pungkas Prabowo.

Berita Terkait