Suku Bunga Tinggi dan Likuiditas Ketat, OJK Buka Peluang Revisi Rencana Bisnis Bank
JAKARTA – TERASBERITA.ID — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah melakukan asesmen terhadap peluang revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026. Langkah ini diambil guna merespons dinamika perekonomian terkini yang diwarnai era suku bunga tinggi serta pengetatan likuiditas di industri perbankan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa ruang penyesuaian target RBB terbuka lebar jika terdapat disparitas signifikan antara target awal dan capaian riil perbankan sepanjang semester I-2026.
“Penyesuaian target RBB dimungkinkan apabila terjadi deviasi material antara target dan realisasi semester pertama, atau terdapat pergeseran asumsi makroekonomi serta perubahan internal bank yang memengaruhi strategi bisnis secara signifikan,” ujar Dian dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/7/2026).
Faktor Penentu dan Stabilitas Intermediasi
Dian menjelaskan, urgensi dan skala revisi RBB masing-masing bank akan sangat bergantung pada beberapa indikator utama:
-
Stabilitas perekonomian domestik dan global.
-
Arah proyeksi suku bunga acuan (BI-Rate) dan inflasi.
-
Permintaan kredit di sektor riil.
-
Daya tahan likuiditas serta profil permodalan bank.
-
Kinerja intermediasi dan profitabilitas historis hingga penutupan Juni 2026.
Jika laju penyaluran pembiayaan dan profitabilitas bank dinilai masih berada dalam batas target awal, perbankan tidak diwajibkan merombak dokumen RBB mereka.
Secara umum, OJK memproyeksikan mayoritas bank nasional masih berada pada lintasan (trajectory) pertumbuhan yang sejalan dengan peta jalan bisnis mereka, meski sebagian institusi perlu mengkalibrasi ulang sejumlah asumsi dasar.
“Sejumlah bank diperkirakan melakukan penyesuaian pada beberapa asumsi dasar sebagai bentuk mitigasi atas dinamika lingkungan usaha terkini,” lanjut Dian.
OJK menegaskan komitmennya untuk mengawal stabilitas sektor keuangan secara berkelanjutan, sembari memastikan fungsi intermediasi perbankan tetap bergulir sehat guna menopang momentum pertumbuhan ekonomi nasional.