Senin, 12 Oktober 2026
Padamkan Karhutla, BNPB Tabur 5,6 Ton Garam untuk Pancing Hujan Buatan

Padamkan Karhutla, BNPB Tabur 5,6 Ton Garam untuk Pancing Hujan Buatan

2 menit baca

JAKARTA – TERASBERITA.ID — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berskala masif melalui kombinasi operasi darat, pemadaman udara (water bombing), hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Kesulitan suplai air di lapangan disiasati pemerintah dengan menaburkan total 5,6 ton atau 5.600 kilogram garam (NaCl) guna memicu turunnya hujan buatan.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan bahwa penyusutan cadangan air di daratan memaksa tim satgas darat untuk berinovasi. Pembuatan sekat kanal (kanalisasi) dan pengeboran sumur menjadi prioritas utama agar sumber air bisa lebih dekat dengan titik api.

“Jumlah air di darat terus berkurang. Namun, kami menyiasatinya melalui kanalisasi, penggalian sumur bor, serta penyekatan di sejumlah titik strategis. Langkah darat ini dikolaborasikan dengan helikopter water bombing yang menyiramkan air tepat di titik panas. Kolaborasi ini krusial dan membutuhkan keahlian personel yang sangat terlatih,” ujar Berton di Gedung BNPB, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Sebar 5,6 Ton Garam Sasar Riau hingga Lampung

Guna mengoptimalkan pemadaman, BNPB mengerahkan pesawat untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca. Total 5.600 kilogram NaCl disemaikan ke sejumlah wilayah udara yang memiliki potensi bibit awan hujan.

Berton merinci, penyemaian di wilayah Riau dilakukan sebanyak dua sorti dengan menebar 2.000 kilogram NaCl. Intensitas serupa juga diterapkan di Provinsi Jambi. Sementara itu, untuk wilayah Kalimantan Barat, BNPB melakukan satu sorti penerbangan dengan 800 kilogram NaCl, disusul satu sorti lainnya di wilayah Lampung. Hasil dari penyemaian ini terbukti memicu hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di beberapa titik.

“Sekecil apa pun potensi awan di atmosfer, akan kami optimalkan untuk memicu hujan. Namun, untuk provinsi seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, maupun Kalimantan Tengah, OMC belum bisa dilaksanakan karena ketiadaan bibit awan yang memadai di wilayah tersebut,” jelas Berton.

Perkuat Pasukan Darat di Sumatera Selatan

Menyikapi absennya potensi hujan buatan di Sumatera Selatan, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH bersama Kepala BNPB telah turun langsung menggelar rapat koordinasi lapangan. Berdasarkan data per 29 Agustus 2026, tercatat masih ada 11 titik api di Sumatera Selatan yang menghanguskan sekitar 60 hektare lahan.

Dari total luasan tersebut, satgas darat telah berhasil memadamkan 15 hektare, menyisakan 45 hektare lahan yang kini masih dalam penanganan intensif.

“Operasi pemadaman langsung oleh satgas darat di Sumsel ini terbukti memberikan hasil yang sangat signifikan di tengah keterbatasan opsi modifikasi cuaca. Oleh karena itu, BNPB bersama pemerintah daerah setempat sepakat untuk segera mempertebal kekuatan satgas darat, baik dari segi penambahan personel maupun dukungan peralatan teknis,” pungkas Berton.

Berita Terkait