Minggu, 11 Oktober 2026
Kawal Kualitas Program MBG, BGN Siapkan Dewan Pengawas Gandeng Dokter hingga Chef Profesional

Kawal Kualitas Program MBG, BGN Siapkan Dewan Pengawas Gandeng Dokter hingga Chef Profesional

2 menit baca

JAKARTA – TERASBERITA.ID — Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mematangkan pembentukan Dewan Pengawas independen guna mengawal implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dewan pengawas ini direncanakan diisi oleh tenaga ahli lintas disiplin, mulai dari pakar nutrisi, dokter spesialis, hingga juru masak profesional (chef).

Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa kehadiran figur-figur ahli tersebut krusial untuk memastikan tata kelola program berjalan presisi, transparan, serta memenuhi standar kesehatan dan kelezatan makanan.

“Prinsipnya, kami ingin program ini diawasi oleh figur-figur yang memiliki kompetensi di bidangnya. Kami mengusulkan pelibatan para ahli gizi, dokter spesialis anak, dokter spesialis gizi klinis, dokter kandungan, hingga chef profesional untuk memberi masukan teknis pengolahan hidangan,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Gedung BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).

Sudaryono menekankan bahwa BGN membuka pintu seluas-luasnya terhadap saran dan kritik konstruktif dari kalangan profesional demi penyempurnaan rantai pasok dan penyajian program MBG di lapangan.

Gandeng Kemenkes Formulasi Menu dan Intervensi Stunting

Tak hanya membentuk organ pengawas, BGN juga bersiap menggelar diskusi terfokus bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta asosiasi profesi gizi nasional. Agenda pembahasan difokuskan pada penyusunan regulasi teknis intervensi stunting, standardisasi kecukupan mikronutrien, serta variasi menu harian bagi peserta didik.

“Kami berencana duduk bersama para pakar gizi dan Kemenkes untuk memformulasikan pedoman baku gizi secara komprehensif,” jelasnya.

Selain menggandeng kalangan medis, BGN turut mengundang asosiasi koki profesional guna merumuskan tata cara preparasi bahan pangan lokal agar sajian bergizi tetap menarik selera makan anak-anak sekolah tanpa mengabaikan aspek higienitas dan keamanan pangan.

Berita Terkait