Dikawal Pesawat Tempur F-16 dan Sukhoi, PM India Narendra Modi Tiba di Jakarta Disambut Presiden Prabowo
TERASBERITA.ID – JAKARTA — Hubungan diplomatik Indonesia dan India kian kokoh menyusul kedatangan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam rangka kunjungan kenegaraan selama tiga hari di Tanah Air, Senin (6/7/2026).
Penyambutan istimewa telah disiapkan sejak pesawat kepresidenan India melintasi batas langit nusantara. Tiga unit jet tempur F-16 dan dua pesawat Sukhoi TNI AU diterbangkan secara khusus untuk mengawal pesawat PM Modi hingga mendarat mulus di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 17.20 WIB.
Presiden RI Prabowo Subianto menyambut langsung PM Modi tepat di bawah tangga pesawat. Kehangatan diplomasi tampak dari jabat tangan erat dan obrolan akrab kedua kepala pemerintahan sebelum melangkah melewati barisan jajar kehormatan, diiringi lagu kebangsaan dari korps musik militer serta dentuman enam kali meriam salvo.
Prosesi kedatangan kian semarak dengan pementasan tari Nusantara berlatar musik tradisional sebagai simbol keramahan budaya Indonesia, yang disambut antusias oleh PM Modi.
Sejumlah pejabat tinggi negara turut mendampingi Presiden Prabowo dalam seremoni tersebut, antara lain:
-
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago
-
Menteri Luar Negeri Sugiono
-
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
-
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
-
Duta Besar India untuk Indonesia Shri Sandeep Chakravorty
-
Duta Besar India untuk ASEAN Shri Srinivas Gotru
-
Atase Pertahanan India untuk Indonesia Captain Shiv Kumar
Fokus Kerja Sama Strategis
Lawatan kenegaraan ini menandai kunjungan kedua PM Modi ke Indonesia setelah lawatan perdananya pada 2018. Sejak membuka hubungan diplomatik pada 1951, kedua negara yang merupakan pilar demokrasi terbesar di Asia terus memperluas kemitraan strategis di berbagai sektor.
Selama agenda tiga hari ke depan, Presiden Prabowo dan PM Modi dijadwalkan menggelar upacara penyambutan resmi di Istana Kepresidenan Jakarta yang dilanjutkan dengan pertemuan bilateral. Dialog kedua pemimpin akan memfokuskan penguatan sinergi di bidang perdagangan, investasi, industri pertahanan, keamanan maritim, transisi energi, alih teknologi, hingga pertukaran pendidikan dan kebudayaan.