Banyuwangi Sukses Kelola Sampah Berbasis Masyarakat, Menko Pangan Dorong Jadi Percontohan Nasional
JAKARTA – TERASBERITA.ID — Keberhasilan Kabupaten Banyuwangi dalam mengimplementasikan tata kelola persampahan terintegrasi melalui Program Banyuwangi Hijau menuai apresiasi tinggi dari pemerintah pusat. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menilai sistem pengolahan sampah di wilayah ujung timur Pulau Jawa tersebut merupakan salah satu yang terbaik dan sangat layak diadopsi sebagai percontohan (role model) skala nasional.
Penilaian tersebut ditegaskan Zulkifli saat meninjau langsung operasional Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Balak di Kecamatan Songgon.
“Banyuwangi ini tata kelola persampahannya termasuk yang terbaik. Maka dari itu, banyak aliran dukungan dan bantuan dari mitra global, mulai dari Austria, Norwegia, hingga Uni Emirat Arab (UEA), karena sistem yang mereka bangun memang terbukti bagus dan terukur,” ujar pria yang akrab disapa Zulhas tersebut, Minggu (23/8/2026).
Evolusi Proyek hingga Dukungan Internasional
Keberhasilan Program Banyuwangi Hijau merupakan buah dari evolusi panjang Proyek STOP yang lebih dulu dirintis di Kecamatan Muncar sejak 2018. Berangkat dari kesuksesan skala kecamatan tersebut, Banyuwangi berhasil meyakinkan mitra internasional untuk memperluas jangkauan infrastrukturnya.
Pada fase pertama dan kedua, dukungan pendanaan dari pemerintah Austria dan Norwegia difokuskan pada pembangunan infrastruktur fisik fisik persampahan berskala besar. Salah satu wujud nyatanya adalah pendirian TPS 3R Balak yang memiliki kapasitas pengolahan hingga 80 ton sampah per hari.
Memasuki fase ketiga pada 2024, masuknya dukungan dari UEA diarahkan untuk memperkuat ekosistem tata kelola dari hulu ke hilir. Sistem terpadu ini menyentuh akar permasalahan melalui edukasi publik secara masif, pembiasaan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, penyediaan sarana prasarana, pengangkutan secara terpilah, hingga proses daur ulang di pusat pengolahan.
Capai Ratusan Ribu Jiwa dan Olah Belasan Ribu Ton Sampah
Dampak nyata dari intervensi hulu-hilir ini tercatat melesat signifikan. Hingga Mei 2026, jangkauan layanan Program Banyuwangi Hijau telah berekspansi ke 73 desa, mencakup 23.410 rumah tangga atau setara dengan melayani kebutuhan sekitar 500.000 jiwa penduduk.
Secara volume, TPS 3R Balak telah berhasil menyerap dan mengolah lebih dari 14.145 ton timbulan sampah sejak awal beroperasi, mencegah limbah tersebut berakhir di lautan atau mencemari lingkungan.
Keberhasilan pengelolaan persampahan berbasis partisipasi masyarakat di Banyuwangi ini menjadi bukti empiris bahwa krisis sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Penanganan paling efektif justru bertumpu pada disiplin pemilahan dan pengolahan yang dimulai langsung dari sumbernya.