Minggu, 11 Oktober 2026
140 Mahasiswa dari 13 Negara Selami Isu Keberlanjutan dan Kekayaan Budaya Indonesia di UMN SIP 2026

140 Mahasiswa dari 13 Negara Selami Isu Keberlanjutan dan Kekayaan Budaya Indonesia di UMN SIP 2026

3 menit baca

JAKARTA – TERASBERITA.ID — Sebanyak 140 mahasiswa mancanegara yang berasal dari 13 negara berkumpul di Indonesia untuk mendalami prinsip keberlanjutan (sustainability) sekaligus menyelami kekayaan budaya nusantara. Pembelajaran lintas negara tersebut terangkum dalam agenda tahunan UMN Sustainability Immersion Program (SIP) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Multimedia Nusantara (UMN).

Program imersi internasional ini dirancang sebagai ruang kolaboratif global yang memadukan teori akademik di ruang kelas dengan praktik lapangan.

“Kami sangat bangga UMN SIP 2026 sukses melibatkan 140 mahasiswa internasional. Di sini mahasiswa tidak sekadar membedah konsep keberlanjutan, tetapi juga terjun langsung lewat pengalaman nyata di dalam maupun di luar kampus, sekaligus mengenal lebih dekat kebudayaan Indonesia,” ungkap Rektor UMN, Andrey Andoko, dalam penutupan acara, Senin (27/7/2026).

Andrey menekankan bahwa isu keberlanjutan tidak melulu soal ekologi dan lingkungan, melainkan juga menyangkut dimensi kemanusiaan. Melalui pertukaran wawasan antarbudaya, para peserta dibekali kemampuan memahami perbedaan untuk melahirkan solusi bersama bagi masa depan dunia.

Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi UMN, Friska Natalia, menggarisbawahi bahwa program ini menjadi wadah unjuk kerja sama global bagi generasi muda.

“Melalui UMN SIP 2026, para mahasiswa melihat langsung implementasi kolaborasi global. Ini bekal penting bagi generasi penerus peradaban dunia, dan kami berharap wawasan yang didapat dapat diterapkan sekembalinya mereka ke negara masing-masing,” tutur Friska.

Rangkaian Sepekan: Dari Budaya Tradisional hingga Inovasi Startup

Program intensif ini berlangsung secara luring selama satu pekan penuh di Kampus UMN sejak dibuka resmi pada Senin (20/7/2026).

Pada hari pertama, para delegasi asing diajak mengenal bahasa dan tradisi lokal melalui program Indonesian Culture and Language bersama Tim Humaniora UMN. Mereka mempelajari narasi sejarah bangsa, tradisi lokal, hingga menjajal permainan tradisional khas Indonesia. Di sisi inovasi, para peserta mengikuti lokakarya Startup Ideation yang dipandu oleh inkubator bisnis kampus, Skystar Ventures UMN.

“Program ini menyambut kami dengan sangat hangat. Saya mendapat jejaring teman baru dari berbagai belahan dunia serta banyak wawasan mendalam mengenai isu keberlanjutan,” cerita Basl Mohamed Osman Mohamed Abas, delegasi mahasiswa dari Nottingham Trent University, Inggris.

Kunjungan Lapangan dan Panggung Silang Budaya

Eksplorasi budaya berlanjut lewat kunjungan langsung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) serta pemukiman masyarakat di Desa Bandung, memberikan potret autentik kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Selain kegiatan lapangan, peserta juga menyerap materi kuliah tematik lintas disiplin dari empat fakultas yang ada di UMN.

Sebagai penutup, UMN SIP 2026 menggelar malam pertunjukan budaya (cultural performance). Panggung ini menjadi sarana bagi para mahasiswa asing untuk menampilkan kebanggaan tradisi, busana, dan seni dari negara asal masing-masing, menciptakan mozaik harmoni internasional yang kaya.

“Program ini sangat luar biasa. Saya tidak hanya belajar banyak mengenai kebudayaan Indonesia, tetapi juga berkesempatan mengenalkan budaya negara saya kepada rekan-rekan mahasiswa dari berbagai penjuru dunia,” kata Laila Rageh Hassanain, mahasiswi delegasi asal Abu Dhabi University, Uni Emirat Arab.

Berita Terkait