Rabu, 14 Oktober 2026
Utamakan Keselamatan, Menko AHY Ungkap Alasan Perpanjangan Penutupan Bandara Soekarno-Hatta

Utamakan Keselamatan, Menko AHY Ungkap Alasan Perpanjangan Penutupan Bandara Soekarno-Hatta

2 menit baca

JAKARTA – TERASBERITA.ID — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memastikan bahwa hasil uji sampel (paper test) abu vulkanik di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah menunjukkan hasil negatif pada Senin (7/9/2026), usai mengalami kelumpuhan operasional selama 72 jam.

Kendati demikian, AHY menegaskan bahwa status Notice to Airmen (NOTAM) terkait larangan terbang dan penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta belum bisa serta-merta dicabut.

“Mengacu pada pemantauan Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC), itulah mengapa sampai dengan saat ini operasional Bandara Soekarno-Hatta dan sejumlah bandara lainnya masih harus diperpanjang sedikit masa penutupan atau pengalihannya,” ungkap AHY.

Sebaran Abu Masih Bayangi Jabodetabek

Berdasarkan data VAAC, AHY memaparkan bahwa kolom erupsi Gunung Anak Krakatau memang telah mencapai ketinggian 50.000 kaki dan bergerak menjauh. Namun, sisa sebaran abu vulkanik pada ketinggian 15.000 kaki di atas permukaan laut masih terdeteksi menyelimuti wilayah daratan, mulai dari Lampung, Banten, hingga Jabodetabek.

“Abu ini terus bergeser dengan kecepatan 10 knot menuju ke barat daya, mengarah ke wilayah Samudra Hindia. Oleh karena itu, demi keamanan penumpang maupun kru pesawat, pembukaan operasional bandara tidak bisa dilakukan secara terburu-buru,” jelasnya.

Ia juga menekankan adanya arahan langsung (direktif) dari Presiden untuk menempatkan faktor keselamatan di atas segalanya. “Walaupun mungkin paper test-nya sudah semakin negatif, keselamatan tetap nomor satu. Terutama untuk Bandara Radin Inten di Lampung yang kondisinya masih harus kita kawal ketat,” tegas AHY.

Beri Waktu Pembersihan Runway dan Armada

Senada dengan AHY, Menteri Perhubungan Dudi Purwagandhi menyatakan bahwa pihaknya mengambil langkah konservatif dalam menyikapi bencana vulkanik ini. Merujuk pada laporan VAAC Darwin, paparan abu masih berdampak pada sebagian wilayah Sumatera Selatan dan Lampung.

Dudi menjelaskan, perpanjangan masa penutupan bandara direncanakan berlangsung hingga pukul 12.00 siang atau selambat-lambatnya pukul 24.00 WIB. Waktu tambahan ini sangat krusial bagi upaya pemulihan fasilitas penerbangan.

“Waktu perpanjangan ini krusial untuk memberikan kesempatan kepada pihak pengelola bandara membersihkan runway (landasan pacu), taxiway, serta apron. Operator maskapai (airlines) juga sangat membutuhkan waktu untuk menyiapkan sekaligus membersihkan armada pesawatnya dari debu-debu vulkanik yang menempel,” pungkas Dudi.

Berita Terkait