Sabtu, 10 Oktober 2026
Presiden Vietnam To Lam Undang Prabowo Berkunjung

Presiden Vietnam To Lam Undang Prabowo Berkunjung

2 menit baca

JAKARTA – TERASBERITA.ID — Presiden Republik Sosialis Vietnam sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, To Lam, secara resmi mengundang Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Sugiono untuk melawat ke Vietnam.

Undangan kenegaraan tersebut diteruskan langsung oleh Menteri Luar Negeri Vietnam, Le Hoai Trung, saat menggelar pertemuan bilateral dengan Menlu Sugiono di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

“Kami ingin menyampaikan kembali undangan dari Sekretaris Jenderal sekaligus Presiden kami kepada Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Vietnam, dan kami tentu menantikan kunjungan Anda selaku Menteri Luar Negeri ke negara kami,” ujar Trung seusai agenda bilateral.

Rencana Aksi Kemitraan Strategis Komprehensif 2026–2030

Momen pertemuan dalam forum Sidang Komisi Bersama ke-6 (JCBC) Indonesia-Vietnam tersebut ditandai dengan penandatanganan Plan of Action for the Implementation of the Comprehensive Strategic Partnership 2026–2030. Dokumen ini menjadi cetak biru implementasi Kemitraan Strategis Komprehensif kedua negara yang telah disepakati sejak 2025.

Menlu Sugiono menjelaskan, dokumen rencana aksi ini menjadi kerangka kerja utama yang mengarahkan arah kerja sama bilateral kedua negara untuk lima tahun mendatang.

Sektor-sektor prioritas yang disepakati untuk diakselerasi meliputi ketahanan pangan dan agrikultur, manufaktur berteknologi tinggi, ekonomi digital, transisi energi, kesehatan, pengembangan industri halal, riset ilmu pengetahuan, serta pertukaran pendidikan.

Keamanan Maritim dan Batas Wilayah

Pada pilar politik dan pertahanan, kedua pihak menyoroti implementasi kesepakatan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang telah dicapai sebelumnya.

“Kami mengapresiasi kemajuan implementasi perjanjian ZEE. Selain itu, kami memperkuat komitmen pertahanan dan keamanan maritim, pemberantasan praktik penangkapan ikan ilegal (IUU Fishing), hingga penanggulangan kejahatan lintas batas seperti peredaran gelap narkotika,” ungkap Sugiono.

Target Perdagangan Tembus USD 18 Miliar

Di sektor ekonomi, Indonesia dan Vietnam menargetkan nilai perdagangan bilateral menembus angka USD 18 miliar pada 2028. Untuk merealisasikan target tersebut, kedua negara sepakat mereaktivasi komite bersama di bidang kerja sama ekonomi, sains, dan teknologi (Joint Committee on Economic, Scientific, and Technical Cooperation / JC-ESTC).

Selain urusan perniagaan dan keamanan, kedua negara juga berkomitmen mempererat jalinan hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact) melalui kolaborasi riset, pertukaran pelajar, serta diplomasi kebudayaan.

Berita Terkait