Jumat, 9 Oktober 2026
Pembaruan Bencana Nasional 5 Juli 2026: Krisis Air Bersih Meluas di Jawa, Banjir dan Puting Beliung Landa Deli Serdang

Pembaruan Bencana Nasional 5 Juli 2026: Krisis Air Bersih Meluas di Jawa, Banjir dan Puting Beliung Landa Deli Serdang

2 menit baca
TERASBERITA.ID – JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis evaluasi kebencanaan terbaru hingga Minggu (5/7/2026) pukul 07.00 WIB. Laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) BNPB menunjukkan dinamika cuaca yang kontras: krisis air bersih imbas musim kemarau mulai meluas di Pulau Jawa, sementara bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan angin kencang masih menerjang wilayah Sumatra Utara.
Kekeringan Mulai Meluas di Jawa Tengah dan Jawa Timur
Seiring menguatnya musim kemarau, sejumlah daerah mulai mengalami krisis air bersih untuk kebutuhan harian:
  • Kabupaten Semarang (Jawa Tengah): Krisis air bersih melanda Dusun Ngoho, Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono, sejak Sabtu (4/7/2026). Dampaknya dirasakan oleh 60 kepala keluarga (KK) atau sekitar 84 jiwa. BPBD Kabupaten Semarang bergerak cepat menyalurkan pasokan darurat dua tangki air bersih berkapasitas total 5.000 liter serta melakukan asesmen lanjutan di lapangan.
  • Kabupaten Pasuruan (Jawa Timur): Penurunan drastis pasokan air baku menimpa warga Desa Kadungrejo, Kecamatan Winongan. Sedikitnya 240 KK di Dusun Krajan 5 dan Dusun Grobyok terdampak langsung krisis ini. BPBD Kabupaten Pasuruan telah mengerahkan armada tangki untuk menyalurkan bantuan air bersih sebanyak empat rit guna mencukupi kebutuhan dasar warga.
Banjir dan Angin Kencang Terjang Deli Serdang
Di tengah ancaman kemarau di selatan, cuaca ekstrem basah justru memicu dampak kerugian di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara:
  • Genangan Banjir di Lubuk Pakam: Hujan lebat memicu banjir luapan di Desa Paluh Kemiri, Kecamatan Lubuk Pakam, pada Sabtu (4/7/2026) dini hari sekitar pukul 04.35 WIB. Genangan air merendam permukiman 27 KK (108 jiwa). Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Deli Serdang dikerahkan untuk asesmen dan monitoring ketinggian air. Genangan dilaporkan telah berangsur surut pada hari yang sama.
  • Terpaan Angin Kencang di Pancur Batu: Fenomena angin puting beliung merusak permukiman di enam desa di Kecamatan Pancur Batu (Desa Salam Tani, Hulu, Lama, Namo Rih, Namo Bintang, dan Pertampilen). Sebanyak 15 KK (54 jiwa) terdampak, dengan rincian kerusakan mencakup delapan rumah rusak ringan dan tujuh rumah rusak sedang. Tim gabungan dan relawan telah membantu proses pembersihan puing, dan warga saat ini sudah kembali menghuni kediaman masing-masing.
Imbauan Mitigasi BNPB
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., mengingatkan masyarakat dan aparatur pemerintah daerah untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi peralihan musim.
BNPB menekankan pentingnya efisiensi penggunaan air bersih di wilayah rawan kering serta larangan keras terhadap praktik pembakaran lahan yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di saat yang sama, pemda diminta terus memetakan ketersediaan tandon penampungan air dan kesiapan personel tanggap darurat di setiap titik rawan.

Berita Terkait