Pascagempa NTT, BNPB Kerahkan Rumah Sakit Lapangan hingga Bantuan Armada Udara
JAKARTA – TERASBERITA.ID — Memasuki hari ketiga pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan operasi tanggap darurat. Fokus utama penanganan saat ini diarahkan pada pemulihan medis, pengerahan fasilitas rumah sakit lapangan, hingga percepatan distribusi logistik menggunakan armada udara.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, memastikan tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersiaga penuh di tujuh kabupaten terdampak, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Sikka, Ende, Manggarai Barat, dan Ngada.
“Mengingat banyaknya fasilitas kesehatan permanen seperti puskesmas dan rumah sakit yang rusak akibat gempa, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mendirikan dua unit rumah sakit lapangan di Ruteng (Kabupaten Manggarai) dan Kabupaten Nagekeo guna menangani korban luka dan kebutuhan evakuasi medis,” jelas Berton, Senin (17/8/2026).
Aktivasi Pusat Krisis dan Pengiriman Tim Medis Darurat
Guna memulihkan layanan kesehatan dasar secara terpadu, Kemenkes telah mengaktifkan Health Emergency Operation Center di delapan titik strategis pada tingkat kabupaten/kota terdampak. Langkah ini diperkuat dengan penerjunan dua tim manajemen krisis kesehatan yang bermarkas di Kabupaten Sikka dan Ende guna mengonsolidasikan komando lapangan.
Selain itu, dua kelompok Emergency Medical Team (EMT) turut diterjunkan langsung ke lokasi pengungsian. Tim pertama bertugas menyisir wilayah Ende, Nagekeo, dan Manggarai Barat, sementara tim kedua difokuskan khusus untuk penanganan di Kabupaten Sikka.
Ribuan Personel Gabungan dan Dukungan Alutsista Udara
Di sektor evakuasi dan infrastruktur kedaruratan, sebanyak 1.467 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, serta lintas kementerian/lembaga terus bekerja mengatasi dampak kerusakan fisik di lapangan.
Untuk menembus wilayah-wilayah terisolasi yang sulit dijangkau lewat jalur darat maupun laut, pemerintah mengerahkan 10 unit armada udara.
“Lima unit armada udara disiagakan di Labuan Bajo dan lima unit lainnya di Maumere. Kami berharap penanganan gempa bumi di NTT ini bisa segera teratasi dan memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar kita bisa bahu-membahu melewati krisis ini,” pungkas Berton.