Nestapa Pedagang Pejompongan di Tengah Kerusuhan, Niat Tutup Toko Berujung Pengeroyokan
JAKARTA – TERASBERITA.ID — Kawasan Jalan Pejompongan, Jakarta, berubah mencekam pada Kamis (27/8/2026) malam. Kericuhan yang pecah pasca-demonstrasi di Gedung DPR/MPR RI membawa petaka bagi warga dan pedagang setempat. Seorang pemilik toko kaca dan cermin, Bambang Setiyawan (58), menjadi korban pengeroyokan kelompok massa perusuh saat hendak menutup gerainya.
Di saat deretan kios lain memilih tutup lebih awal seiring gelapnya hari, toko milik Bambang menjadi satu-satunya yang masih beroperasi. Rencananya untuk menutup toko usai matahari terbenam urung terlaksana akibat kedatangan sekelompok orang tak dikenal yang tiba-tiba mengamuk di lokasi.
“Katanya dia (Bambang) ingin menutup tokonya. Pas kejadian itu, saya sempat lihat walau agak jauh karena saya langsung mengamankan diri masuk ke dalam,” ungkap salah seorang pedagang aksesori motor di sekitar lokasi yang enggan disebutkan namanya, Minggu (30/8/2026).
Menurut kesaksian pedagang tersebut, aksi penyampaian pendapat di sekitar Gedung DPR sejatinya berlangsung aman sejak siang. Massa pengunjuk rasa bahkan mulai membubarkan diri secara tertib pada sore harinya. Kericuhan baru pecah ketika malam tiba, seiring datangnya kelompok massa baru yang merangsek ke lokasi.
“Kalau saya pas Kamis itu memang cuma buka sampai sore. Yang parah itu malamnya, apalagi pas kelompok anak-anak STM sudah berdatangan,” tambahnya.
Ketegangan Berlanjut, Pedagang Berlindung di Balik Penjagaan Aparat
Kekhawatiran para pedagang terbukti saat kerusuhan benar-benar menjalar ke Jalan Pejompongan dan berlangsung hingga larut malam. Bahkan, sisa-sisa ketegangan dan konsentrasi massa masih membayangi kawasan tersebut hingga Jumat (28/8/2026) pagi.
Kondisi yang belum sepenuhnya kondusif ini memaksa para pedagang untuk menunda aktivitas perniagaan mereka. “Jumat itu saya libur, enggak berani buka toko karena masih ngeri. Masih banyak orang, apalagi ada kejadian (pengeroyokan) sebelumnya,” tutur saksi mata tersebut.
Roda ekonomi warga setempat baru perlahan berputar kembali pada Sabtu (29/8/2026). Keberanian para pedagang untuk menaikkan kembali pintu gulung (rolling door) kios mereka tak lepas dari kehadiran aparat keamanan, termasuk personel TNI, yang bersiaga penuh mengamankan sepanjang Jalan Pejompongan.
Kini, berdasarkan pantauan terkini di lapangan, situasi di Pejompongan telah berangsur pulih. Meski personel keamanan sudah tidak tampak berjaga, deretan kios pedagang telah kembali beroperasi normal dan melayani pelanggan seperti sedia kala.