Jumat, 9 Oktober 2026
Masuk Puncak Kemarau, BNPB Soroti Meluasnya Kekeringan di Jawa dan Ancaman Karhutla Nasional

Masuk Puncak Kemarau, BNPB Soroti Meluasnya Kekeringan di Jawa dan Ancaman Karhutla Nasional

3 menit baca
TERASBERITA.ID – JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan situasi kebencanaan nasional per Jumat (4/7/2026). Memasuki periode musim kemarau, ancaman kekeringan mulai melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa, sementara eskalasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diantisipasi di beberapa provinsi rawan.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB periode 3–4 Juli 2026, sejumlah daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah mulai mengalami krisis air bersih dan telah menetapkan status darurat.
Krisis Air Bersih Meluas di Pulau Jawa
  • Kabupaten Ciamis (Jawa Barat): Sebanyak 123 KK (310 jiwa) di Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari, mulai mengalami krisis air bersih. Pemkab Ciamis telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan hingga 30 September 2026 dan menyalurkan pasokan awal 5.000 liter air bersih.
  • Kabupaten Sukoharjo (Jawa Tengah): Dampak kekeringan meluas ke tiga kecamatan (Tawangsari, Bulu, dan Weru) dan memengaruhi 376 KK (1.179 jiwa). BPBD setempat yang telah menetapkan status darurat bencana hingga akhir November telah mendistribusikan 45.000 liter air bersih.
  • Kabupaten Grobogan (Jawa Tengah): Sedikitnya 457 KK di lima kecamatan terdampak minimnya pasokan air. Distribusi air bersih terus dipasok ke titik-titik pemukiman warga.
  • Kabupaten Pemalang & Purbalingga (Jawa Tengah): Di Pemalang, 714 KK di tiga kecamatan menerima total pasokan 47.000 liter air. Sedangkan di Purbalingga, sebanyak 114 KK (439 jiwa) di kawasan lereng pegunungan Kutareja dipasok 20.000 liter air bersih.
Kebakaran TPA Jatiwaringin dan Perkembangan Karhutla
Di Banten, penanganan kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, masih berlangsung intensif di bawah status tanggap darurat hingga 14 Juli 2026. Kebakaran melalap sekitar tujuh hektare lahan sampah dan memaksa 102 warga mengungsi. Tim gabungan masih menggencarkan pemadaman darat dan operasi pemadaman udara (water bombing) untuk mematikan titik api yang tertimbun.
Secara nasional, akumulasi karhutla sepanjang 2026 menunjukkan luasan signifikan di beberapa provinsi sentra:
  • Kalimantan Barat: Mencatat area terbakar terluas di Indonesia, mencapai 28.216,31 hektare dengan 25 titik panas (hotspot) aktif berlevel menengah.
  • Riau: Total luas lahan terbakar mencapai 15.231,44 hektare dengan status Siaga Darurat aktif hingga 30 November 2026. Belum ada penambahan luas kebakaran baru dalam pemantauan terkini.
  • Sumatera Selatan: Total area terbakar tercatat 305,39 hektare. Operasi pemadaman terus diperkuat melalui pengeboman air yang berhasil memadamkan titik api seluas sembilan hektare pada Kamis (3/7/2026).
Antisipasi El Nino dan Mitigasi Bencana Kering
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., menegaskan bahwa BNPB bersama kementerian terkait terus menyiapkan langkah kontinjensi guna menghadapi potensi dampak El Nino pada musim kemarau 2026.
Langkah mitigasi yang sedang diakselerasi mencakup Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di zona prioritas, pembuatan sumur bor, pipanisasi air bersih, serta penguatan posko siaga darurat di daerah.
“Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam memanfaatkan cadangan air bersih, tidak membuka lahan dengan cara membakar dalam kondisi apa pun, serta segera melapor kepada otoritas terkait jika menemukan indikasi titik api di sekitar lingkungannya,” pungkas Abdul Muhari.

Berita Terkait