Rabu, 14 Oktober 2026
Kontak Tembak di Maybrat, Pasukan Gabungan TNI Lumpuhkan Dua Anggota OPM

Kontak Tembak di Maybrat, Pasukan Gabungan TNI Lumpuhkan Dua Anggota OPM

2 menit baca

JAKARTA – TERASBERITA.ID — Pasukan gabungan Komando Operasi (Koops) TNI Habema terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata yang diduga kuat merupakan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap Sorong Raya di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Sabtu (3/10/2026). Dalam insiden tersebut, dua anggota OPM dilaporkan tewas.

Kedua anggota kelompok separatis yang tewas tersebut teridentifikasi bernama Arso Aisnak dan Yohanes Ky. Pascapenggerebekan, aparat gabungan yang melibatkan Satgas Rajawali V dan Satgas Pamtas Yonif 9 Marinir masih terus melakukan penyisiran dan pengejaran intensif terhadap sisa anggota kelompok yang melarikan diri dari lokasi kejadian.

Panglima Koops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, mengungkapkan bahwa pergerakan kelompok bersenjata ini berhasil diendus berkat kombinasi informasi intelijen di lapangan dan dukungan teknologi mutakhir. Dari tempat kejadian perkara (TKP), petugas menyita sejumlah barang bukti krusial, di antaranya satu pucuk senjata api jenis revolver, 10 butir amunisi, alat komunikasi Handy Talkie (HT), bendera Bintang Kejora, serta sejumlah perlengkapan lainnya.

Kedepankan Prosedur dan Buka Pintu Damai

Terkait jalannya operasi, Brigjen Riyanto menegaskan bahwa seluruh pergerakan prajurit dilakukan dengan mengedepankan kehati-hatian serta berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh prajurit di lapangan. Namun demikian, kami tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai pedoman utama dalam setiap operasi. Setiap nyawa memiliki nilai, sehingga tindakan prajurit harus terukur dan berdasarkan aturan yang berlaku,” tegas Riyanto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/10/2026).

Lebih lanjut, jenderal bintang satu ini melontarkan imbauan persuasif kepada anggota kelompok bersenjata yang masih bergerilya di hutan dan pegunungan agar segera meletakkan senjata dan menghentikan aksi yang mengganggu keamanan masyarakat.

“Masih terbuka ruang bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali ke pangkuan NKRI. Mari bersama-sama membangun Papua melalui jalan damai, persatuan, dan kebersamaan. Pembangunan hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat hidup dalam suasana aman dan penuh kedamaian,” pungkas Riyanto.

Berita Terkait