Kemensos Gelontorkan Rp 4,52 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Siapkan Santunan Ahli Waris
JAKARTA – TERASBERITA.ID — Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat merespons dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah mengalokasikan bantuan logistik senilai Rp 4,52 miliar sekaligus menyiapkan dana santunan bagi para korban terdampak.
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono memaparkan, proses mobilisasi bantuan dipusatkan melalui tiga titik utama, yakni Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, dan Gudang Pusat Kemensos di Bekasi. Paket bantuan logistik tersebut mencakup makanan siap saji, tenda keluarga, kasur, selimut, perlengkapan anak dan dewasa, hingga tambahan pasokan beras reguler sebanyak 48 ton.
Siasati Cuaca Buruk dengan Skema Belanja Langsung
Dalam proses pendistribusiannya, pengiriman logistik dari Kupang menuju lokasi episentrum bencana sempat terkendala oleh tingginya gelombang laut. Merespons hambatan alam tersebut, Kemensos langsung mengambil kebijakan diskresi guna mempercepat penanganan kedaruratan.
“Kami menerapkan skema belanja langsung di wilayah bencana. Strategi ini diambil agar bantuan pangan dan perlengkapan pengungsian dapat segera diakses oleh masyarakat secara langsung, tanpa harus menunggu pengiriman jalur laut dari luar daerah yang sedang terhambat cuaca,” urai Agus Jabo dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).
Santunan Korban Meninggal Rp 15 Juta
Selain memastikan ketersediaan kebutuhan dasar di posko-posko pengungsian, Kemensos juga memberikan perhatian khusus kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat bencana ini. Pemerintah menyiapkan santunan uang duka atau tali asih kepada para ahli waris.
“Untuk korban jiwa, Kemensos akan memberikan tali asih kepada ahli waris sebesar Rp 15 juta bagi setiap korban meninggal dunia. Kami meminta pemerintah daerah dan Dinas Sosial untuk segera memvalidasi data dan melaporkannya agar santunan ini bisa secepatnya diserahkan,” tegas Agus.