Sabtu, 10 Oktober 2026
Anomali Cuaca di Tengah Musim Kemarau: Banjir Bandang Terjang Sejumlah Wilayah di Indonesia

Anomali Cuaca di Tengah Musim Kemarau: Banjir Bandang Terjang Sejumlah Wilayah di Indonesia

3 menit baca

JAKARTA – TERASBERITA.ID — Kendati sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki periode musim kemarau, anomali cuaca basah ekstrem justru memicu bencana banjir dan banjir bandang di beberapa daerah. Sejumlah wilayah di Kabupaten Agam (Sumatera Barat), Tapanuli Tengah (Sumatera Utara), hingga Kabupaten Sinjai (Sulawesi Selatan) dilaporkan terendam banjir hingga memaksa ratusan warga mengungsi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peristiwa ini sebagai kejadian anomali hidrometeorologi di tengah kalender kemarau.

“Terdapat anomali kejadian bencana, salah satunya banjir bandang di Kabupaten Agam,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resminya, Minggu (19/7/2026).

Banjir Bandang Terjang Agam dan Tapanuli Tengah

Di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, banjir bandang dipicu oleh curah hujan berintensitas tinggi yang diperparah oleh pendangkalan aliran Sungai Batang Tumayo. Akibatnya, air bah bercampur lumpur meluap ke kawasan permukiman.

Sebanyak 90 kepala keluarga (KK) terdampak, dan sekitar 450 warga sempat dievakuasi ke titik aman sebelum air berangsur surut menjelang dini hari.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Hujan deras di Kecamatan Tukka menyebabkan tanggul darurat Sungai Aek Silaga-Laga di Kelurahan Sipange jebol pada Jumat petang (17/7/2026).

Banjir merendam rumah milik 200 KK dan meluas ke tujuh kelurahan di empat kecamatan (Tukka, Badiri, Pinangsori, dan Sarudik). Sebanyak 145 jiwa mengungsi di Gedung Gereja HKBP Sipange, dengan dapur umum telah dioperasikan untuk menyuplai kebutuhan pangan warga.

Kota Sinjai Terendam Luapan Sungai

Di Sulawesi Selatan, banjir merendam permukiman dan fasilitas umum di Kabupaten Sinjai pada Minggu (19/7/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WITA. Hujan berintensitas tinggi memicu luapan Sungai Tangka dan anak Sungai Bontompare yang melintasi pusat kota.

Analis Bencana BPBD Sinjai, Andi Octave Amier, mengungkapkan bahwa genangan air berkisar antara 40 sentimeter hingga 1 meter. Selain merendam ratusan rumah warga, sekolah, masjid, dan jalan protokol, luapan air turut merendam kantor-kantor pemerintahan serta Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Sinjai setinggi 40 sentimeter.

Peringatan Dini Cuaca BMKG Tiga Hari ke Depan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi adanya potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia selama rentang 19–21 Juli 2026. Sumatra Utara dan Sulawesi Selatan tercatat berada dalam status Siaga hujan lebat hingga sangat lebat.

Peta potensi cuaca ekstrem BMKG pada 19–21 Juli 2026:

  • Sumatera Utara: Siaga Hujan Lebat-Sangat Lebat (19–21 Juli)

  • Sulawesi Selatan: Siaga Hujan Lebat-Sangat Lebat disertai Angin Kencang (19 Juli); Waspada Hujan Sedang-Lebat disertai Angin Kencang (20–21 Juli)

  • Aceh & Sumatera Barat: Waspada Hujan Sedang-Lebat (19–21 Juli di Aceh; 19–20 Juli di Sumbar)

  • Sumatera Selatan & Kepulauan Riau: Waspada Hujan Sedang-Lebat (19–21 Juli)

  • Bengkulu & Riau: Waspada Hujan Sedang-Lebat (19–20 Juli)

  • Kepulauan Bangka Belitung: Waspada Hujan Sedang-Lebat (21 Juli)

  • DKI Jakarta: Waspada Hujan Sedang-Lebat (20 Juli)

  • Jawa Barat: Waspada Hujan Sedang-Lebat disertai Angin Kencang (19 & 21 Juli); Waspada Hujan Sedang-Lebat (20 Juli)

  • Jawa Timur: Waspada Hujan Sedang-Lebat disertai Angin Kencang (21 Juli)

  • Banten, Maluku, & NTT: Potensi Angin Kencang (19–21 Juli)

  • Bali: Waspada Hujan Sedang-Lebat (19–20 Juli)

  • NTB: Waspada Hujan Sedang-Lebat disertai Angin Kencang (19–20 Juli)

  • Kalimantan Barat: Waspada Hujan Sedang-Lebat (19–20 Juli)

  • Kalimantan Tengah: Waspada Hujan Sedang-Lebat (20–21 Juli)

  • Kalimantan Timur & Kalimantan Utara: Waspada Hujan Sedang-Lebat (19–21 Juli)

  • Sulawesi Tengah: Waspada Hujan Sedang-Lebat (20 Juli)

  • Sulawesi Tenggara & Sulawesi Utara: Waspada Hujan Sedang-Lebat disertai Angin Kencang (19–21 Juli)

  • Maluku Utara: Potensi Angin Kencang (19 & 21 Juli)

  • Papua Barat: Potensi Angin Kencang (19 Juli)

  • Papua Pegunungan: Waspada Hujan Sedang-Lebat (21 Juli)

BNPB mengimbau aparat daerah dan masyarakat di kawasan rawan bencana untuk senantiasa memantau peringatan dini cuaca resmi serta mewaspadai luapan air sungai yang datang mendadak.

Berita Terkait