Jumat, 16 Oktober 2026
Titik Api Karhutla Meluas di Kalbar dan Kalteng, BNPB Kerahkan 58 Ribu Personel dan 54 Helikopter

Titik Api Karhutla Meluas di Kalbar dan Kalteng, BNPB Kerahkan 58 Ribu Personel dan 54 Helikopter

2 menit baca

JAKARTA – TERASBERITA.ID — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya perluasan area kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah, khususnya di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Kendala operasional pemadaman di lapangan memicu peningkatan luas lahan yang belum berhasil dijinakkan selama rentang waktu 29 hingga 30 September 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengungkapkan bahwa jajarannya terus berupaya keras menekan laju penyebaran titik api agar tidak makin meluas dalam beberapa hari ke depan.

“Kami mendapatkan kesimpulan bahwa di Kalbar maupun Kalteng terjadi kenaikan jumlah lahan yang belum selesai dipadamkan dari hari sebelumnya. Secara khusus di Kalteng, terdapat penambahan seluas lebih dari 14 hektare lahan terbakar yang belum berhasil dipadamkan jika dibandingkan dengan data per 29 September 2026,” urai Berton dalam konferensi pers, Kamis (1/10/2026).

Operasi Terpadu Darat-Udara dan Bantuan Internasional

Guna mengatasi situasi tanggap darurat di enam provinsi prioritas, BNPB bersama tim gabungan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla terus mengoptimalkan skema pemadaman secara masif. Kekuatan penuh telah disebar ke berbagai titik rawan untuk memastikan operasi pemadaman berjalan terukur.

“Untuk operasi darat, kami telah mengerahkan total 58.918 personel. Upaya ini didukung langsung oleh kekuatan udara berupa 54 unit helikopter yang disiagakan di enam provinsi prioritas, lengkap dengan sarana dan prasarana penunjang,” papar Berton.

Dalam kesempatan tersebut, Berton juga menyampaikan apresiasi kepada dunia internasional, khususnya Pemerintah Jepang, yang telah menerjunkan tiga unit helikopter Chinook untuk membantu menekan potensi karhutla di wilayah Kalimantan. Misi bantuan helikopter dari Jepang tersebut kini telah dinyatakan rampung.

Meski kondisi karhutla di beberapa provinsi lain mulai menunjukkan tren pendinginan dan titik api yang berhasil dipadamkan, Berton menegaskan bahwa status siaga tidak akan dikendurkan.

“Kami akan terus mengoptimalkan operasi terpadu, baik melalui darat, udara, maupun Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Fokus prioritas kami saat ini adalah mengunci dan memadamkan titik-titik api yang masih aktif, terutama di area lahan gambut dan wilayah berpotensi tinggi lainnya,” pungkas Berton.

Berita Terkait