Jumat, 29 Mei 2026
Prabowo Serahkan 1.098 Sapi Kurban ke Seluruh Kabupaten dan Kota

Prabowo Serahkan 1.098 Sapi Kurban ke Seluruh Kabupaten dan Kota

2 menit baca

JAKARTA, 29 Mei 2026 (TerasBerita) – Presiden Prabowo Subianto membagikan 1.098 ekor sapi kurban ke seluruh kabupaten dan kota di Indonesia menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Sapi-sapi tersebut dibeli menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total anggaran mencapai Rp100 miliar. Penyerahan dilakukan sebagai bentuk bantuan pemerintah kepada masyarakat di berbagai daerah.

Sapi kurban terberat yang disalurkan memiliki bobot mencapai 1,3 ton. Setiap daerah menerima alokasi sapi yang disesuaikan dengan jumlah penduduk dan kebutuhan setempat. Proses pendistribusian dikoordinasikan oleh Kementerian Agama bersama pemerintah daerah di 38 provinsi.

“Seribu sembilan puluh delapan ekor sapi ini merupakan bantuan pemerintah kepada masyarakat di seluruh Indonesia. Ini bukan kurban pribadi presiden, melainkan program bansos yang memang dialokasikan dalam APBN seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (27/5).

Penggunaan APBN untuk pembelian sapi kurban presiden sebelumnya menuai polemik di tengah masyarakat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa tidak ada persoalan dari sisi syariat. “Tidak ada masalah. Selama ini presiden-presiden sebelumnya juga berkurban, dan itu bagian dari tradisi kenegaraan yang bisa difasilitasi negara,” kata KH. Cholil Nafis, Ketua Bidang Dakwah MUI.

Sebanyak 30 ekor sapi unggulan diberikan nama khusus yang diumumkan ke publik. Nama-nama seperti “Si Gemoy”, “Predator”, dan “Mbah Iran” menjadi perhatian warganet dan viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Sapi-sapi tersebut berasal dari peternakan lokal di berbagai sentra sapi nasional seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Lampung.

Kementerian Pertanian menyatakan bahwa seluruh sapi kurban telah melalui pemeriksaan kesehatan hewan dan dinyatakan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK). Distribusi ditargetkan tuntas dua hari sebelum Hari Raya Idul Adha yang diperkirakan jatuh pada awal Juni 2026.

Berita Terkait