Sabtu, 10 Oktober 2026

MPLS 2026: Siswa Baru Antusias Disambut Hangat dan Nikmati Keberagaman Sekolah

2 menit baca

JAKARTA – TERASBERITA.ID — Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, para peserta didik baru di berbagai jenjang pendidikan mulai melangkahkan kaki ke lingkungan sekolah masing-masing. Kegiatan hari pertama resmi dibuka lewat agenda Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 yang berlangsung serentak di sekolah negeri maupun swasta.

Salah satu sekolah swasta yang menjadi sorotan pemantauan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah adalah SMA Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan. Suasana hangat, suportif, serta jauh dari kesan intimidasi mewarnai penyambutan para siswa baru.

Dua siswa baru, Sandrina Emily Damanik dan Qayz Algebra, membagikan cerita antusiasme mereka saat menjalani rangkaian orientasi di sekolah tersebut pada Senin (13/7/2026).

Dukungan Senior dan Lingkungan Inklusif

Sandrina, lulusan SMP BPK Penabur Pondok Indah, mengaku langsung merasa nyaman sejak masa sosialisasi pra-MPLS digelar. Baginya, melangkah ke jenjang SMA adalah upaya keluar dari zona nyaman demi memperluas pergaulan dan memacu prestasi.

“Dari pra-MPLS sampai hari pertama ini, saya merasa sangat senang. Sekolah saya sebelumnya muridnya tidak terlalu banyak, jadi ketika masuk ke sini senang sekali bisa berinteraksi dengan banyak teman baru,” tutur Sandrina.

Ia juga mengapresiasi peran aktif para guru serta pengurus OSIS dan MPK yang mendampingi para junior dengan penuh keterbukaan. Selain iklim kompetitif yang sehat, faktor keberagaman latar belakang agama dan budaya di SMA Labschool Kebayoran menjadi alasan utama Sandrina memilih sekolah tersebut.

“Inklusivitasnya sangat terasa. Kegiatan keagamaan terakomodasi dengan baik, baik untuk yang Muslim, Kristen, maupun lainnya tetap dilibatkan. Itu membuat saya sangat bersyukur,” imbuhnya.

Merantau dari Kepulauan Riau demi Prestasi

Kisah inspiratif datang dari Qayz Algebra. Remaja berprestasi asal Kepulauan Riau ini rela merantau jauh dari SMP Negeri 2 Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, untuk menuntut ilmu di Jakarta.

Mengetahui rekam jejak sekolah melalui media sosial, Qayz berhasil menembus seleksi lewat jalur prestasi. Portofolionya mencakup pengalaman sebagai Ketua OSIS periode 2024–2025, Ketua Forum Anak 2024–2026, hingga peraih penghargaan Verbal Commendation pada ajang Asia International Youth Model United Nations di Kuala Lumpur.

Meski sempat mengalami gegar budaya (culture shock) setibanya di ibu kota, sambutan ramah dari para senior dan sesama rekan perantau dari daerah lain—seperti Jambi hingga Nusa Tenggara Barat (NTB)—membuatnya cepat beradaptasi.

“Kakak-kakak kelasnya sangat baik dan menyambut kami dengan ramah. Mereka juga menyiapkan aktivitas yang interaktif dan menyenangkan,” ujar Qayz.

Rangkaian MPLS di SMA Labschool Kebayoran dijadwalkan berlangsung selama lima hari penuh. Kegiatan harian dikemas secara tematik dan edukatif oleh pihak guru bersama perwakilan organisasi siswa, dengan puncak acara unjuk bakat (talent show) di area terbuka pada hari penutupan.

Berita Terkait