Minggu, 11 Oktober 2026
Buntut Isu Dana Desa, 14 Kantor Pemerintahan di Puncak Papua Dibakar dan Dijarah Massa

Buntut Isu Dana Desa, 14 Kantor Pemerintahan di Puncak Papua Dibakar dan Dijarah Massa

2 menit baca

JAYAPURA – TERASBERITA.ID — Aksi demonstrasi yang berujung anarkistis melanda Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Selasa (11/8/2026) malam. Kericuhan yang diduga kuat dipicu oleh ketidakpuasan atas pengurangan alokasi dana desa tersebut mengakibatkan 14 bangunan kantor pemerintahan menjadi sasaran amuk massa, mulai dari pembakaran, perusakan, hingga penjarahan.

Bupati Puncak, Elvis Tabuni, membeberkan rincian dampak kerusakan fisik yang dialami pusat pemerintahan daerah akibat insiden tersebut.

“Ada empat kantor yang ludes terbakar sepenuhnya, yakni Kantor Dinas Kesehatan, Gudang BNPB, Ruang Kerja DPRK, serta Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,” urai Elvis, Rabu (12/8/2026).

Selain itu, tiga gedung lainnya—Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK), Kantor Bupati dan Wakil Bupati, serta Kantor Keuangan—sempat dibakar namun apinya berhasil dipadamkan oleh aparat keamanan sebelum menghanguskan seluruh bangunan. Kendati demikian, ketiga kantor vital tersebut tak luput dari penjarahan massa.

Lebih lanjut, tujuh kantor pemerintahan lainnya turut menjadi korban perusakan dan penjarahan tanpa dibakar, meliputi Kantor Diskominfo, Kesbangpol, Inspektorat, Dinas Sosial, PTSP, BKD, serta Perindagkop.

Roda Pemerintahan dan Pelayanan Dipastikan Tetap Berjalan

Meski infrastruktur birokrasi mengalami kelumpuhan fisik yang masif, Bupati Elvis memastikan bahwa pelayanan publik, terutama sektor krusial seperti kesehatan, akan tetap beroperasi normal.

“Kita tetap jalankan roda pemerintahan. Kita tidak akan mundur satu langkah pun meskipun beberapa fasilitas kantor kita habis dibakar,” tegasnya.

Identitas Pelaku Dikantongi, Utamakan Dialog Jelang HUT RI

Terkait penegakan hukum, Elvis menyatakan bahwa pemerintah daerah bersama aparat keamanan telah mengantongi identitas para oknum provokator dan pelaku perusakan. Penanganan hukum diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib. Ia juga memperingatkan dengan keras agar tidak ada pihak ketiga atau kelompok tertentu yang mencoba menunggangi situasi ini untuk memperkeruh stabilitas keamanan.

Di sisi lain, Elvis menyadari bahwa sebagian besar massa yang terlibat adalah warganya sendiri. Oleh karena itu, ia mendesak para kepala suku dan kepala kampung untuk turun tangan meredam eskalasi dan mengimbau penyelesaian masalah lewat jalur musyawarah.

“Saya tahu bahwa yang melakukan ini adalah masyarakat saya sendiri. Mari kita duduk bersama dan selesaikan melalui dialog. Jangan manfaatkan momentum ini untuk mengacaukan situasi, terlebih kita sedang bersiap menyambut peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI,” pungkas Elvis.

Berita Terkait