TERASBERITA ID, SAMBAS – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. DR. Ir. Dadan Hindayana puji kualitas dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah perbatasan Sambas-Malaysia. Hal itu disampaikan Dadan saat meninjau SPPG di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Kamis 12 Februari 2026.
Kunjungan kerja Kepala BGN didampingi langsung oleh Bupati Sambas, Satono, Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, Fery Madagaskar, unsur Forkopimda dan sejumlah Kepala OPD terkait.
Dadan mengatakan, dapur MBG di perbatasan Sambas-Malaysia ternyata tidak kalah dengan dapur MBG yang ada di kota-kota besar. Sampai detik ini, jumlah dapur MBG yang beroperasi dan melayani di Kabupaten Sambas mencapai 70 persen dari target.
“Kita sudah melihat langsung bagaimana program MBG di daerah perbatasan, ternyata Sambas ini bukan wilayah yang miskin, saya senang karena Sambas ini sudah sangat maju, dapur MBG yang kita lihat kualitasnya bagus-bagus, kemudian jarang ada kejadian yang di luar SOP. Semuanya sesuai SOP,” ujarnya.
Dadan menjelaskan, program MBG di Kabupaten Sambas sudah mencakup semua kalangan mulai dari anak sekolah, ibu hamil, balita, santri dan sekolah keagamaan lainnya. Hal itu menandakan manfaat program MBG sudah diterima masyarakat luas.
“Sekarang sudah ada 51 SPPG artinya sudah hampir 70 persen. Ini luar biasa, dan sudah banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Mulai dari ibu hamil, balita dan anak-anak sekolah, santri dan sekolah keagamaan lainnya. Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, unsur Forkopimda, semuanya bahu membahu, dan kompak mendukung program Presiden Prabowo,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sambas, Satono mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas, berterima kasih kepada Kepala BGN yang telah berkenan datang langsung meninjau program MBG di Kabupaten Sambas, apalagi Sambas ini adalah daerah perbatasan.
“Kedatangan Kepala BGN ini menjadi atensi dan motivasi luar biasa bagi kami Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas. Ini artinya program MBG ini tidak hanya berjalan mulus di kota-kota besar, tapi sudah merambah ke daerah-daerah terpencil, dan daerah perbatasan seperti Sambas,” ujarnya.
Satono mengatakan, program MBG di Kabupaten Sambas sudah menyentuh semua lini sesuai arahan Badan Gizi Nasional. Kemudian ia mendorong agar pengelola dapur MBG lebih konsentrasi lagi dalam meningkatkan kualitas layanan. Sehingga manfaatnya benar-benar berdampak untuk masyarakat. (Why)
