TERASBERITA ID, SAMBAS – Bupati Sambas, Satono, menegaskan bahwa seluruh capaian pembangunan yang diraih Kabupaten Sambas sepanjang tahun 2025 bukanlah prestasi personal kepala daerah semata. Sebaliknya, kemajuan tersebut merupakan buah manis dari kerja keras kolektif dan sinergi seluruh lapisan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Satono dalam agenda refleksi program “Sambas Berkah Berkemajuan”. Menurutnya, kolaborasi harmonis antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan (stakeholders), dan warga menjadi ruh utama di balik realisasi visi-misi yang telah direncanakan.
“Satono–Hero beserta jajaran perangkat daerah menghaturkan terima kasih yang mendalam atas sinergi dan kebersamaan ini. Tanpa peran aktif masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta pemuda, seluruh program pembangunan ini tidak akan memiliki makna apa pun,” ungkap Satono, Jumat (2/1/2026).
Ia menekankan bahwa keberhasilan yang dirasakan saat ini adalah representasi dari kegigihan masyarakat Kabupaten Sambas secara menyeluruh, bukan sekadar capaian kepemimpinan Satono–Hero.
Lebih lanjut, Satono memaknai refleksi pembangunan 2025 bukan sebagai seremoni tahunan, melainkan momentum evaluasi fundamental. Hasil refleksi ini diharapkan menjadi “cermin besar” untuk memperbaiki arah kebijakan demi menghadapi tantangan di tahun 2026.
“Refleksi ini adalah pijakan agar kita bisa melangkah lebih tepat dalam menata Sambas di masa depan,” tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pemerintahan yang transparan dan akuntabel, Satono secara terbuka mengajak masyarakat untuk terus memberikan kritik, saran, dan koreksi. Baginya, partisipasi aktif warga adalah fondasi utama agar roda pemerintahan tetap berjalan di jalur yang benar dan berkelanjutan.
“Saya membuka ruang seluas-luasnya untuk kritik dan saran. Saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mengambil bagian, agar pemerintahan Sambas tahun ini berjalan jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya. (Why)
