No Result
View All Result
  • News
    • Pemda
    • Pemerintahan
  • BUMN
    • BUMDes
    • BUMD
  • Keuangan
    • Asuransi
    • CSR
  • Ekonomi Bisnis
  • Infrastruktur
  • Teras Kita
  • Teras Muslim
  • Tokoh Publik
  • UMKM
  • Wisata Budaya
  • News
    • Pemda
    • Pemerintahan
  • BUMN
    • BUMDes
    • BUMD
  • Keuangan
    • Asuransi
    • CSR
  • Ekonomi Bisnis
  • Infrastruktur
  • Teras Kita
  • Teras Muslim
  • Tokoh Publik
  • UMKM
  • Wisata Budaya
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home News

Pengamat: Perang AS-Israel dan Iran diperkirakan akan berlanjut

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran diperkirakan tidak akan mereda dalam waktu dekat, bahkan dengan datangnya Idul Fitri yang akan disambut oleh negara-negara di kawasan Teluk. Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf, menyatakan bahwa pernyataan dari pejabat Iran mencerminkan kesiapan Teheran untuk menghadapi konflik jangka panjang. Dalam hal ini, Brigadir Jenderal Ali Naini, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), menegaskan bahwa Iran siap bertahan dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel selama enam bulan ke depan.

Faisal menambahkan, komitmen Iran untuk melanjutkan konflik berkepanjangan juga disampaikan oleh beberapa pejabat tinggi di Teheran. Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menegaskan bahwa negara tersebut bersumpah untuk berperang dengan segenap kekuatannya. Hal ini menunjukkan bahwa Iran secara tegas menolak usulan gencatan senjata dan lebih memilih untuk terus melanjutkan perjuangan mereka. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pun telah mengulangi sikap tersebut, menegaskan bahwa bagi Iran, perang akan berhenti hanya jika Amerika Serikat dan Israel menyerah.

Sementara itu, informasi terbaru mengungkapkan bahwa Pentagon tengah merancang rencana operasi militer yang direncanakan akan berlangsung selama seratus hari. Ini menunjukkan bahwa kedua belah pihak, baik Iran maupun AS, memperkirakan bahwa pertempuran ini akan berlanjut dalam waktu yang lama. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebutkan bahwa konflik ini akan berlangsung selama empat hingga lima minggu, namun waktu tersebut kemudian direvisi menjadi lima minggu.

Di sisi lain, negara-negara di kawasan Teluk, yang terdiri dari enam anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman, juga terancam menjadi sasaran balasan Iran. Hal ini dikarenakan mereka menampung aset militer yang dimiliki oleh Amerika Serikat.

Ketegangan di wilayah Timur Tengah semakin meningkat setelah serangan bersama yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut telah mengakibatkan lebih dari 1.200 kehilangan nyawa, termasuk di antaranya adalah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Kondisi ini semakin menambah kompleksitas situasi dan menciptakan risiko yang lebih besar bagi stabilitas kawasan.

Dalam beberapa pekan terakhir, berbagai analisis mengenai implikasi dari konflik ini terus muncul, dengan banyak pihak yang mempertanyakan kapan dan bagaimana situasi ini akan berakhir. Seiring dengan meningkatnya ketegangan, harapan untuk solusi damai semakin menipis, dan tantangan bagi para pemimpin diplomatik di seluruh dunia untuk mencari jalan keluar dari krisis ini semakin besar. Pertanyaannya kini adalah bagaimana negara-negara yang terlibat dan negara-negara lain di kawasan akan merespons dinamika yang terjadi serta apa dampak yang akan ditimbulkan terhadap keamanan regional.

Ke depannya, perhatian global akan terfokus pada langkah-langkah yang akan diambil oleh semua pihak terkait untuk meredakan ketegangan ini dan mencegah kemungkinan eskalasi konflik yang lebih besar.

Related Posts

News

Aksi peduli kesehatan mental anak

Maret 12, 2026
News

Revitalisasi 1.408 madrasah pada 2026

Maret 12, 2026
News

Prabowo sebut RI bisa produksi BBM dari jagung dan tebu

Maret 12, 2026
News

Prabowo targetkan Danantara setor Rp800 triliun tiap tahun

Maret 12, 2026
News

Prabowo perintahkan bangun PLTS 100 gigawatt dorong elektrifikasi

Maret 12, 2026
News

Kepemimpinan Iran dilanjutkan Mojtaba Khamenei

Maret 12, 2026
Next Post

Bapanas proyeksikan ketersediaan beras nasional tembus 47 juta ton

News

Aksi peduli kesehatan mental anak

Maret 12, 2026

Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap kesehatan mental anak-anak semakin meningkat. Banyak penelitian menunjukkan bahwa gejala kecemasan dan depresi lebih...

Read more

Revitalisasi 1.408 madrasah pada 2026

Maret 12, 2026

Prabowo sebut RI bisa produksi BBM dari jagung dan tebu

Maret 12, 2026

Prabowo targetkan Danantara setor Rp800 triliun tiap tahun

Maret 12, 2026

Prabowo perintahkan bangun PLTS 100 gigawatt dorong elektrifikasi

Maret 12, 2026

seedbacklink

Teras Berita

Jalan MT Haryono Kav 10
Jatinegara, Jakarta Timur, DKI Jakarta

Follow us

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2
  • News
  • Politics
  • National
  • Business
  • World
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Opinion
  • Science
  • Tech
  • Travel

© 2023 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Exit mobile version