Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin, mengungkapkan pentingnya pemerintah Indonesia melakukan upaya diplomasi melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Hal ini diutarakan untuk memastikan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 tetap aman dan lancar, terutama di tengah meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah. Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Azis menekankan bahwa ibadah haji adalah tanggung jawab seluruh umat Islam di dunia, bukan hanya Indonesia saja.
Azis mendorong pemerintah untuk segera mengoptimalkan upaya diplomasi, khususnya di forum-forum negara-negara Islam. Ia percaya bahwa diplomasi luar negeri yang kuat akan sangat penting untuk memastikan bahwa pelaksanaan haji dapat berlangsung dalam kondisi yang aman, meskipun ada kemungkinan terjadinya konflik. Dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, menjadi sangat penting bagi Indonesia untuk tidak hanya fokus pada langkah mitigasi di dalam negeri, tetapi juga memperkuat posisi diplomatik di tingkat internasional.
Forum OKI, menurutnya, harus berperan lebih aktif dalam menciptakan stabilitas kawasan menjelang pelaksanaan ibadah haji. Negara-negara anggota OKI, yang mayoritas akan mengirimkan jamaah haji, memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga situasi keamanan di wilayah tersebut. Azis juga menyerukan pemanfaatan jalur OKI untuk mediasi dan upaya-upaya perdamaian yang dapat mendukung keamanan selama masa haji berlangsung.
Harapannya, dengan adanya dorongan diplomasi kolektif dari negara-negara muslim, dapat tercipta kesepakatan perdamaian yang mendukung keamanan kawasan konflik. “Dengan adanya titik temu perdamaian, semua negara anggota OKI dapat memastikan bahwa warganya dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik tanpa khawatir akan kondisi keamanan,” ujarnya.
Di samping itu, Azis menegaskan bahwa pemerintah juga harus segera menyiapkan langkah-langkah antisipatif jika situasi eskalasi konflik semakin memburuk menjelang musim haji. Keselamatan jamaah haji dari Indonesia harus menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan yang diambil. “Keamanan jamaah adalah hal yang paling penting. Oleh karena itu, diplomasi dan langkah mitigasi harus selalu siap, sehingga jamaah kita dapat menjalankan ibadah haji dengan aman dan nyaman,” tandasnya.
Ke depan, Azis berharap bahwa semua pihak dapat bersinergi untuk menciptakan suasana yang kondusif dan damai, sehingga pelaksanaan ibadah haji tidak terganggu oleh konflik yang ada. Dengan semangat kebersamaan, semua negara anggota OKI dapat berkolaborasi untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan para jamaah dalam menunaikan ibadah suci ini.