Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu) menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dalam kerangka multilateralisme, terutama di tengah dinamika global yang kian berubah. Hal ini disampaikan oleh Tri Tharyat, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemlu, saat seminar berjudul “The UN at 80: Shaping the Future of Multilateralism” yang berlangsung di Jakarta. Dengan latar belakang proses reformasi struktural yang sedang berlangsung di PBB, pernyataan tersebut semakin relevan.
Tri menjelaskan bahwa bagi Indonesia, pentingnya PBB yang efektif, inklusif, dan relevan dengan tujuannya tidak bisa diabaikan. “Kami berkomitmen untuk memperlihatkan kepada PBB bahwa keberadaan organisasi ini sangat penting, bukan hanya karena paham multilateralisme yang diusung, tetapi juga akibat kompleksitas tantangan yang dihadapi saat ini yang memerlukan pendekatan bersama,” ucapnya. Ia menekankan bahwa pandemi, perubahan iklim, serta ketidakpastian politik dan ekonomi global mengharuskan negara-negara bersatu melakukan tindakan kolektif.
Dalam kesempatan yang sama, Gita Sabharwal, Koordinator Residen PBB di Indonesia, turut menekankan pentingnya kolaborasi internasional yang berkelanjutan. Ia menggarisbawahi bahwa di tengah berbagai tantangan global yang meningkat, PBB tetap menjadi platform penting untuk melaksanakan dialog, kerja sama, serta aksi bersama dalam menyelesaikan permasalahan dunia. PBB yang kini memperingati delapan dekade keberadaannya tengah mengimplementasikan reformasi besar yang dikenal dengan UN 80 Initiative, yang diluncurkan oleh Sekretaris Jenderal António Guterres.
Inisiatif ini bertujuan untuk menjadikan sistem PBB lebih efektif dan terpadu, serta memberikan dampak yang lebih besar. Fokus utama dari inisiatif tersebut mencakup peningkatan efisiensi operasional, peninjauan terhadap ribuan mandat yang ada, serta pembaruan dalam cara sistem PBB beroperasi di berbagai bidang, termasuk perdamaian, pembangunan, kemanusiaan, dan hak asasi manusia. Sabharwal menyatakan, “UN 80 bertujuan untuk memastikan bahwa PBB terus berkembang dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat di seluruh dunia.”
Pentingnya multilateralisme mengalami sorotan di berbagai forum internasional, termasuk saat Menlu China menyerukan negara-negara “global south” untuk menjaga prinsip ini demi kepentingan bersama. Dalam era di mana nilai-nilai multilateralisme terkadang tergerus oleh kepentingan nasional yang sempit, tantangan untuk menguatkan kerja sama internasional semakin mendesak. Oleh karena itu, kolaborasi antara negara-negara, baik di tingkat regional maupun global, menjadi kunci untuk menciptakan solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi masyarakat dunia.
Dengan memperkuat kerja sama multilateralisme, Indonesia berharap dapat berkontribusi secara signifikan dalam menciptakan stabilitas dan kemakmuran global. Melalui peran aktifnya dalam PBB, Indonesia tidak hanya menunjukkan kepemimpinannya di kawasan, tetapi juga berupaya memberikan dampak positif bagi komunitas internasional. Ke depannya, diharapkan inisiatif-inisiatif seperti UN 80 dapat memperkuat PBB dalam menjalankan misinya yang mulia, yakni menjaga perdamaian dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia.