Citi Foundation dan Save the Children Indonesia berkomitmen untuk memberikan bantuan yang komprehensif kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak banjir di Sumatra Utara. Dukungan yang diberikan mencakup pendirian Temporary Learning Space (TLS), penguatan pojok baca, serta distribusi Back-to-School Kits yang bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan pasca bencana. Dalam sebuah pernyataan resmi yang disampaikan oleh Hario Widyananto, Country Head of Public Affairs Citi Indonesia, dijelaskan bahwa kehadiran ruang belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak sangatlah penting.
Banjir dan longsor yang menerjang Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat beberapa waktu lalu telah menyebabkan kerusakan yang signifikan pada rumah, sekolah, dan infrastruktur publik. Akibatnya, banyak keluarga terpaksa mengungsi dan kehidupan sehari-hari mereka terganggu. Menurut data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sebanyak 4.852 sekolah di wilayah Sumatra mengalami dampak dari bencana ini, membuat anak-anak menjadi salah satu kelompok yang paling terpengaruh dalam hal akses pendidikan dan tempat yang aman untuk belajar.
Dalam sebuah kunjungan ke SD Hutanabolon 1 dan 2 di Desa Hutanabolon, Hario menekankan pentingnya memberikan dukungan berupa fasilitas belajar yang memadai. Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa langkah ini sangat penting untuk keberlanjutan pendidikan anak-anak di daerah terdampak. Komitmen Citi Foundation ini merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas, dengan total dana pemulihan pasca bencana yang dialokasikan sebesar 200 ribu dolar AS atau sekitar Rp3,3 miliar, yang akan disalurkan melalui Save the Children ke berbagai negara, termasuk Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Sri Lanka.
Bantuan yang ditujukan untuk anak-anak dan keluarga di Sumatra Utara diharapkan dapat membantu mereka pulih dari dampak bencana dan kembali ke rutinitas pendidikan mereka. Dengan ribuan sekolah yang terdampak, tantangan untuk memulihkan sektor pendidikan menjadi semakin besar. Hario menyatakan urgensi untuk memastikan anak-anak dapat kembali belajar di lingkungan yang aman dan mendukung.
Menurut Fadli Usman, Direktur Operasional Program Kemanusiaan Save the Children Indonesia, tantangan pemulihan sektor pendidikan tidak dapat diatasi sendiri. Oleh karena itu, kolaborasi dengan pihak swasta seperti Citi Foundation menjadi sangat penting. Fadli menambahkan bahwa dukungan dari sektor swasta dapat mempercepat proses pemulihan pasca bencana, khususnya dalam memastikan hak-hak anak terpenuhi di tengah situasi krisis dan darurat yang ada.
Dengan adanya sinergi antara organisasi non-pemerintah dan sektor swasta, diharapkan pemulihan pasca bencana dapat berjalan lebih efektif dan terarah, memungkinkan anak-anak untuk mendapatkan kembali kesempatan untuk belajar dan tumbuh dalam lingkungan yang lebih baik. Dukungan ini diharapkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga membantu membangun keberlanjutan pendidikan dan kehidupan masyarakat di daerah yang terpengaruh bencana.
